Mengorganisasi Audit Kinerja

Organisasi memerlukan efektifitas yang tinggi pada unit kerja. Efektivitas unit audit kinerja memerlukan gambaran yang jelas atas tugas pokok, fungsi dan wewenang yang jelas serta otoritas yang konsisten dengan tanggung jawab yang diberikan. Hal lain yang diperlukan antara lain independensi professional serta pembagian fungsi dan kompetensi.

KERANGKA KONSPETUAL MANAJEMEN KINERJA

Empat kategori fungsi manajemen kinerja yaitu;
  • Perencanaan (planning): menetapkan tujuan dan tindakan apa yang harus dicapai untuk mencapati tujuan yang sudah ditetapkan
  • Organisasi (organizational): mengalokasikan sumber daya untuk mencapai tujuan organisasi.
  • Pengarahan (direction): membimbing, mengawasi, mengarahkan seluruh pegawai untuk mencapai tujuan organisasi
  • Pengendalian (controlling): mengontrol apa yang dilakukan oleh pegawai agar tetap sesuai dengan kinerja yang ingin dicapai. Kontrol terdiri dari perangkat yang memungkinkan manager dan pekerja untuk terus memantau dan menyesuaikan kinerja pegawai.

Manajer memerlukan keahlian yang tepat, pada waktu yang tepat, untuk tujuan yang benar dan dengan cara yang paling produktif melakasanakan fungsi mereka.
Metodologi yang diusulkan  untuk digunakan  dalam mengelola pengauditan kinerja yaitu manajemen berdasarkan sasaran (management by objectives - MBO), yang mengkoordinasikan fungsi manajemen untuk mencapai hasil.
MBO secara kronologis yaitu sebagai berikut:

  • Menetapkan tujuan.
  • Menetapkan rencana
  • Menjalankan rencana
  • Mengevaluasi hasil dan mengambil tindakan untuk memperbaiki kelemahan.

MANAJEMEN AUDIT KINERJA

Menggunakan MBO sebagai sistem manajemen dalam fungsi audit kinerja dibagi menjadi beberapa jenis kegiatan manajemen yaitu:
Permasalahan organisasi dan perencanaan mengenai pengelolaan keseluruhan unit kerja. Contohnya

  1. Menentukan tujuan organisasi (organizational purpose)
  2.  Menetapkan tujuan (goal)
  3.  Menetapkan sasaran organisasi (objective)
  4.  Mempersiapkan rencana kerja audit tahunan

Fungsi manajemen berkenaan dengan manajemen yang spesifik atas audit meliputi

  1.  Perencanaan Audit
  2.  Organisasi Penugasan audit
  3.  Mengarahkan dan mengendalikan Pelaksanaan Audit

Manajemen Audit

Akuntabilitas Sektor Publik merupakan fungsi terpenting dalam audit kinerja. Pengauditan kinerja adalah bentuk perluasan dari audit keuangan dan kepatuhan. Dalam Sektor Publik di Indonesia Audit Kinerja termasuk Audit Dengan Tujuan Tertentu.
Penggunaan sumber daya publik harus efisien, ekonomis dan efektif sesuai dengan aturan dan hukum yang ada.  
Ada dua pendekatan yang dapat digunakan,  secara  terpisah  atau bersama-sama, untuk mencapai tujuan yaitu:

  1. Selama pekerjaan audit atau sebagai akibat dari tugas khusus, memberikan informasi kepada manajemen instansi terkait keputusan yang tertunda.
  2. Laporan kegiatan instansi setelah mereka datang, mengidentifikasi wilayah-wilayah yang dapat dioperasikan secara lebih efisien dan efektif.
Sebuah model berikut untuk menentukan jawaban atas permasalahan yang ada dan mengembangkan rencana audit tahunan yang mengarah ke perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian audit individu.
1.    Menentukan siklus perencanaan
2.    Pedoman Audit
Pedoman umum yang dapat pertimbangkan yaitu:
1)    Risiko Relatif dan Keterbukaan
2)   Penilaian Terhadap Hasil Audit Sebelumnya atau Penilitian Manajemen
3)    Kurangnya Informasi Program
4)    Ada Keluhan
5)    Persyaratan Hukum
6)    Perubahan Lingkungan Siginifikan
7)    Masalah Layanan Manajemen
8)    Masukan dari Pejabat Legislatif dan Administrasi.
3.    Seleksi Proses Audit
4.    Mempersiapkan Usulan Program Tahunan Audit
5.    Program Audit Tahunan yang disepakati


Manajemen Audit Tertentu Khusus

Pengembangan rencana audit tahunan adalah langkah terakhir dalam mempersiapkan perjanjian audit tertentu, dan memerlukan keterampilan manajemen internal yang baik dan lebih spesifik.
Auditor profesional yang terlibat dalam audit harus memiliki kompetensi dan pengetahuan yang cukup serta diharapkan mampu memahami auditi serta memiliki seritifikat sebagai auditor.

Teknik-teknik Khusus

Teknik-teknik khusus untuk mengelola perjanjian audit sebagai berikut:

Perencanaan dan Pengorganisasian Audit

Dalam Perencanaan dan pengorganisasian pekerjaan audit di tingkat tim audit menjembatani program kerja audit tahunan dan pelaksanaan pekerjaan audit. Ini tugas seleuruh anggota tim audit untuk menggunakan informasi yang ada pada Program Kerja Tahunan (PKT) menjadi rencana audit yang sesuai dengan anggaran yang ada, efektif, efisien dan ekonomis serta tetap memperhatikan tujuan organisasi.
Fungsi Manajemen ada tiga yaitu:
1.    Survey Pendahuluan
2.    Perencanaan Audit
3.    Mengorganisasikan Pekerjaan Audit

Pengarahan dan Kontrol Audit

1.    Pengarahan ada beberapa tahapan yaitu;
2.    Pengarahan Awal (Initial Derection)
3.    Fokus Pengendalian (The Focus of Control)
4.    Pengendalian Jadwal dan Biaya (Controlling Schedule and Cost)
5.    Mengontrol Kualitas Kerja (Controlling the Quality of Work)